BogorKasohor

Explorer by Recommended Tags

#WisataAlam #KulinerBogor #Staycation

Learn More About Bogor

ALAM BOGOR

BUDAYA LOKAL

Mayor Raden Oking Jaya Atmaja

mufti nurhadi

16 Jul 2026 • 07:32 WIB

2 MIN 17 VIEWS

Mayor Raden Oking Jaya Atmaja (1918–7 Oktober 1963), yang lebih dikenal sebagai Mayor Oking, adalah seorang pejuang kemerdekaan dan perwira TNI dari Jawa Barat yang memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya di wilayah Bogor, Sukabumi, dan Jawa Barat. Namanya kini diabadikan menjadi nama jalan di Bogor dan Bekasi sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya.

Kehidupan Awal

Mayor Oking lahir di Cileungsi, Bogor, pada tahun 1918 dari keluarga bangsawan Sunda. Ayahnya adalah Raden Enjoeh Djaya Atmadja, sedangkan ibunya R. Nenden. Sejak kecil ia dikenal memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan sering dipercaya memimpin teman-temannya. Sebelum terjun ke dunia militer, ia sempat bekerja sebagai juru tagih cukai hingga masa pendudukan Jepang pada tahun 1942.

Perjuangan Kemerdekaan

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, Oking bergabung dengan Divisi Siliwangi dan dipercaya menjadi Komandan Kompi.

Beberapa peran pentingnya antara lain:

  • Memimpin pasukan mempertahankan Sukabumi dari serangan pasukan Inggris dan NICA melalui Pelabuhan Ratu.
  • Melakukan perang gerilya melawan Belanda di wilayah Bogor dan sekitarnya.
  • Mengikuti Long March Siliwangi dari Jawa Barat ke Yogyakarta pada tahun 1948.
  • Berpartisipasi dalam operasi penumpasan Pemberontakan PKI Madiun 1948. Dalam pertempuran tersebut ia mengalami luka berat sehingga lengan kanannya harus diamputasi. Meski demikian, ia tetap melanjutkan pengabdiannya sebagai prajurit.

Karier Setelah Kemerdekaan

Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia:

  • Diangkat sebagai Komandan Batalyon 314/Salempada pada akhir tahun 1949.
  • Turut memimpin operasi penumpasan pemberontakan Darul Islam (DI/TII) di kawasan Gunung Salak.
  • Pada tahun 1955 mencalonkan diri sebagai anggota Konstituante melalui Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI).
  • Aktif dalam organisasi IPKI hingga awal 1960-an.

Kehidupan Pribadi

Mayor Oking menikah dengan Oyoh Yohariah dan dikaruniai enam orang anak. Ia wafat karena sakit pada 7 Oktober 1963 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Dreded, Bogor.

Warisan dan Penghargaan

Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya:

  • Namanya diabadikan menjadi Jalan Mayor Oking Jaya Atmaja di Bogor dan Bekasi.
  • Kisah perjuangannya dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan rakyat Bogor dan Divisi Siliwangi.
  • Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus mengangkat kembali kiprah Mayor Oking melalui berbagai kegiatan pelestarian sejarah, termasuk peresmian Tugu Perjuangan Jonggol.