BogorKasohor

Explorer by Recommended Tags

#WisataAlam #KulinerBogor #Staycation

Learn More About Bogor

ALAM BOGOR

BUDAYA LOKAL

Kolaborasi Pemkot Bogor dan Swiss-Belinn Tekan Angka Stunting: Jadi Orang Tua Asuh untuk 24 Anak

mufti nurhadi

15 Jul 2026 • 03:18 WIB

2 MIN READ 18

BOGOR – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menuntaskan angka stunting terus mendapatkan dukungan nyata dari berbagai pihak. Kali ini, Swiss-Belinn Bogor resmi berkolaborasi dengan Pemkot Bogor melalui program orang tua asuh bagi 24 anak di wilayah Kecamatan Bogor Tengah.

Program intervensi pencegahan stunting ini resmi dimulai dalam acara kick-off yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Bogor Tengah, Senin (28/10/2024).

Sinergi untuk Generasi Emas Indonesia

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, menekankan bahwa penanganan stunting adalah prioritas utama untuk mencetak generasi penerus yang unggul menuju Indonesia Emas.

Selama ini, Pemkot Bogor telah sukses menurunkan angka stunting melalui program ‘Pentinglur’ (Pemberian Telur). Melalui program ini, setiap ASN rutin memberikan 1,5 kilogram telur kepada anak-anak yang membutuhkan. Hasilnya, angka stunting di Kota Bogor berhasil turun dari 18,7% menjadi 18,2%.

“Kami tidak hanya ingin menurunkan angka yang ada, tetapi juga mencegah munculnya kasus stunting baru. Target kami adalah mencapai zero stunting, oleh karena itu kolaborasi dengan sektor swasta seperti Swiss-Belinn Bogor sangat krusial,” ujar Syarifah.

Komitmen Swiss-Belinn Bogor dalam Program CSR

Direktur PT Lorena Latersia Properti yang menaungi Swiss-Belinn Bogor, Karina Soerbakti, menyatakan komitmennya untuk mendukung kesehatan anak-anak di Kota Bogor. Selama enam bulan ke depan, perusahaan akan menyalurkan bantuan berupa 1 kilogram telur dan 1 kilogram daging ayam setiap minggu untuk 24 anak.

“Bagi saya, isu stunting sangat krusial. Anak-anak adalah masa depan bangsa, sehingga pemenuhan gizi mereka harus menjadi fokus utama sejak dini,” ujar Karina, yang juga merupakan anggota Komisi 4 DPRD Kota Bogor.

Karina menegaskan bahwa ia akan terus memperjuangkan program pengentasan stunting sebagai bagian dari fungsi kedewanan dan program CSR perusahaan. Ia berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk terlibat aktif dalam intervensi gizi bagi bayi di bawah dua tahun (Baduta).

Menuju Target 14 Persen

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi, menambahkan bahwa bantuan dari Swiss-Belinn Bogor ini menyasar langsung kelompok Baduta.

Selain bantuan pangan, Pemkot Bogor terus mengintegrasikan berbagai upaya lain, seperti:

  • Penyuluhan dan edukasi kesehatan rutin.

  • Pemantauan tumbuh kembang anak.

  • Peningkatan akses air bersih dan sanitasi layak.

Dengan sinergi yang terus dibangun, Pemkot Bogor optimistis angka stunting yang saat ini berada di angka 1.800 kasus dapat terus ditekan hingga mencapai target 14 persen. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta diharapkan menjadi model berkelanjutan untuk mewujudkan Kota Bogor bebas stunting.

Sumber Berita: https://kotabogor.go.id/